Shio adalah siklus dua belas hewan yang digunakan dalam tradisi kalender Tionghoa. Urutannya adalah tikus, kerbau, macan, kelinci, naga, ular, kuda, kambing, monyet, ayam, anjing, dan babi.
Dua belas hewan dalam satu siklus
The Metropolitan Museum of Art menyimpan satu set dua belas figur zodiak Tionghoa dari masa Dinasti Qing. Objek tersebut menunjukkan bagaimana hewan Shio telah hadir sebagai motif budaya dalam berbagai media dan seni dekoratif.
Siklus Shio berkaitan dengan tahun, tradisi, dan simbolisme. Ia tidak sama dengan zodiak Barat yang biasanya dibagi berdasarkan rentang tanggal bulanan.
- Tikus
- Kerbau
- Macan
- Kelinci
- Naga
- Ular
- Kuda
- Kambing
- Monyet
- Ayam
- Anjing
- Babi
Pergantian Shio mengikuti kalender, bukan 1 Januari
Tahun Shio mengikuti kalender tradisional dan pergantiannya berkaitan dengan Tahun Baru Imlek. Seseorang yang lahir pada Januari atau Februari perlu memeriksa tanggal pergantian tahun, bukan hanya mengurangi tahun dengan kelipatan dua belas.
Tabel ringkas di internet dapat berbeda bila memakai batas kalender yang tidak sama. Untuk konteks budaya, gunakan sumber kalender yang jelas.
Simbol budaya bukan prediktor hasil acak
Sebagian permainan memetakan hewan Shio ke angka tertentu. Pemetaan itu adalah aturan produk, bukan hukum budaya dan bukan bukti bahwa hewan tertentu dapat meramalkan hasil.
Jika pemetaan dipakai, baca tabel resmi pada periode yang berlaku. Jangan menganggap tafsir mimpi, tahun lahir, atau kecocokan Shio sebagai peningkat peluang matematis.
Rujukan editorial
Artikel ini disusun dengan pendekatan literasi dan dibaca silang terhadap sumber berikut:
- UK Gambling Commission — Generation of random outcomes
- GambleAware — Understanding the risks of gambling
- Statistics LibreTexts — Lotteries
- The Metropolitan Museum of Art — Twelve animals of the Chinese zodiac
- Merriam-Webster — Lottery
Diperbarui . Baca standar editorial kami.



